Nasional

POJOK REKREASI DI TENGAH HIRUK-PIKUK KOTA JAKARTA

Muhammad Riva Shalahudin Akbar
09 October 2026
Updated 3 weeks ago
Ukuran Teks
Bagikan

POJOK REKREASI DI TENGAH HIRUK-PIKUK KOTA JAKARTA

 

Jumat (09/10/2026), Kebal merupakan diksi sekaligus tema yang dipilih pada pameran yang diselenggarakan oleh Jakarta Biennale kali ini. Bukan hanya sekedar kata “kebal” didasari oleh resiliensi warga di perkotaan Jakarta dan pedesaan lainnya.

 

“Dari tema kebal sendiri, ada kondisi dimana seseorang sudah tidak lagi merasakan sensasi apapun di tubuh atau ‘mati rasa’. Dalam hal ini kebal merupakan bekal bagi seniman untuk menjaga kewarasan dari kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat,” ucap Kira yang merupakan salah seorang penjaga karya seni.

 

Pameran ini dilaksanakan di Jakarta, tepatnya Taman Ismail Marzuki (TIM), dalam pameran tersebut banyak karya seni yang ditampilkan mulai dari lukisan hingga seni instalasi yang dibuat oleh para seniman baik lokal maupun mancanegara. Tentu ini menjadi suatu hal yang menarik, sebab selain dapat melihat karya yang indah juga bisa mendapatkan sebuah pelajaran dari makna-makna karya tersebut yang cenderung menjadi jalur alternatif lain dalam melakukan suatu kritik.

 

Pada pameran tersebut, para pengunjung sangat antusias dengan karya seni yang ada di dalamnya, sehingga tidak sedikit pengunjung yang datang untuk mengabadikan momen itu. Mengingat, karya seni yang dipamerkan sangatlah  “Photogenic”. salah satunya ialah karya sebuah poster yang digambarkan oleh Athonk seorang tattoo artist dari Daerah Istimewa Yogyakarta. 

 

Dalam karyanya Athonk menggambar seorang tokoh yang kerap memperjuangkan hak-hak buruh, salah satunya mengenai upah. Akan tetapi nasibnya tidak terlalu baik, beliau dipenjara oleh rezim orde baru dan meninggal pada tahun 2021.

 

Banyak sekali kesan yang bagus ketika kita memasuki ruangan pameran tersebut. seperti yang saya sudah gambarkan bahwa tidak hanya mendapatkan pemandangan karya yang indah kita juga dapat menambah wawasan hingga spot yang sangat photogenic untuk ditampilkan pada kanal media sosial setiap pengunjung yang datang. Pameran seni seperti ini justru menjadi angin segar sekaligus hal yang menarik di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta yang tak pernah tidur.

 

“Ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara” - Seno Gumira Ajidarma